2 Rumah di Bogor Ambruk Akibat Struktur Bangunan Lapuk, 1 Penghuni Luka

Rumah ambruk di Bogor

Diskusi Bogor Dua unit rumah warga di kawasan Bogor Timur, Kota Bogor, ambruk akibat kondisi bangunan yang lapuk dan diterjang hujan deras disertai angin kencang, Senin (13/10/2025) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan satu orang penghuni rumah mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongsko menjelaskan, kejadian bermula saat hujan deras mengguyur Kota Bogor sejak Minggu malam hingga dini hari. Pada saat itu, dinding samping rumah milik warga bernama Ani Sopiani di wilayah Bogor Timur roboh. Dinding yang lapuk tidak mampu lagi menahan tekanan dari tiupan angin kencang dan guyuran air hujan.

“Dikarenakan kondisi dinding rumah sudah lapuk dan terjangan angin kencang, menyebabkan dinding rumah milik Ani Sopiani ambruk di bagian samping,” ujar Dimas saat dikonfirmasi, Senin (13/10/2025).

Material bangunan yang roboh kemudian menimpa salah satu anggota keluarga penghuni rumah, yakni Ace Rahman. Korban mengalami luka ringan di bagian punggung akibat tertimpa reruntuhan tembok.

“Dinding ambruk kemudian mengenai anggota keluarga atas nama Bapak Ace Rahman sehingga menyebabkan luka ringan,” lanjut Dimas.

Petugas BPBD Kota Bogor bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap korban dan membersihkan puing-puing bangunan. Ace Rahman langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, luka yang dialaminya tidak mengancam jiwa.


Evakuasi Cepat dan Penanganan Darurat

Tim BPBD Kota Bogor turun ke lokasi beberapa menit setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 02.30 WIB. Selain melakukan evakuasi, petugas juga memasang garis pengaman di sekitar rumah untuk mencegah warga mendekat karena struktur bangunan lain dikhawatirkan masih rapuh.

“Kami langsung bergerak begitu laporan masuk. Selain mengevakuasi korban dan barang-barang penting, kami juga menutup akses ke bagian rumah yang rawan ambruk susulan,” ungkap Dimas.

Selain rumah Ani Sopiani, satu rumah warga lainnya di RT yang sama juga mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap dan tembok belakang. Kedua rumah diketahui merupakan bangunan lama dengan struktur kayu dan dinding bata yang sudah rapuh.


Warga Diminta Waspada Musim Hujan

Peristiwa ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat Kota Bogor, terutama bagi mereka yang tinggal di bangunan lama atau tidak layak huni. Dimas mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi struktur rumah mereka — khususnya dinding, atap, dan pondasi — agar terhindar dari risiko runtuh saat cuaca ekstrem.

“Kami mengingatkan masyarakat agar waspada menghadapi musim hujan. Periksa kondisi bangunan rumah, terutama bagi yang sudah lama berdiri. Kalau ada tanda-tanda kerusakan, sebaiknya segera diperbaiki,” imbau Dimas.

Pemerintah Kota Bogor juga berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman untuk melakukan asesmen kelayakan hunian di sekitar lokasi kejadian. Jika ditemukan bangunan rawan ambruk lainnya, maka akan dilakukan langkah penanganan seperti perbaikan darurat atau relokasi sementara.


Cuaca Ekstrem Meningkat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bogor. Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Kondisi geografis Bogor yang berada di dataran tinggi juga membuat daerah ini rentan terhadap banjir lokal, longsor, serta kerusakan bangunan akibat cuaca ekstrem.

BPBD mengimbau warga tidak panik namun tetap siaga, serta segera melapor ke Pusdalops BPBD Kota Bogor jika terjadi kejadian serupa di lingkungan mereka.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.