Bogor – BIG Luncurkan Peta NKRI Badan Informasi Geospasial (BIG) secara resmi meluncurkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Edisi Tahun 2025.
Peluncuran peta NKRI terbaru ini dilakukan di Kantor BIG yang berada di Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Peta NKRI yang diluncurkan yakni memiliki skala 1:5.000.000 dan memiliki sejumlah keterbaruan dibandingkan edisi sebelumnya.
Kepala BIG, Muh Aris Marfai mengatakan, peta ini merupakan infrastruktur geospasial strategis yang menopang kedaulatan wilayah, perencanaan pembangunan, pengelolaan ruang, serta pertahanan dan keamanan nasional.
Peta NKRI menyajikan informasi kewilayahan di darat dan laut, meliputi laut teritorial, perairan kepulauan, perairan pedalaman, serta hak berdaulat Indonesia di Zona Tambahan, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan Landas Kontinen.
“Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Untaian kepulauan yang tersusun dari 17.380 pulau yang disatukan oleh lautan,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga : Soal Isu Perselingkuhan 2 ASN Disdik Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto Tegas: Pemberhentian Keduanya
Muh Aris Marfai juga menekankan pentingnya pembaruan peta secara berkala ini untuk menjaga kedaulatan negara karena merupakan informasi kewilayahan yang sangat vital.
Peta ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keruangan terhadap NKRI, pertahanan, dan keamanan negara, serta memberikan gambaran utuh letak strategis Indonesia.
“Peta ini tidak hanya menyajikan berbagai hal terkait wilayah kedaulatan dan hak berdaulat yang dimiliki Indonesia, tetapi juga secara jelas menampilkan batas-batas dengan negara tetangga kita,” katanya.
Pada peta edisi terbaru ini, dilakukan pemutakhiran sebagian batas darat Indonesia dengan negara Malaysia.
Kemudian pembaruan batas darat negara dengan Papua Nugini didasarkan atas Deklarasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Papua Nugini tentang Hasil Pengukuran 52 Meridian Monumen (MMs) menggunakan World Geodetic System (WGS) 1984 tahun 2019.
Penambahan batas administrasi di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.
Lalu penambahan jumlah provinsi menjadi 38 provinsi serta penambahan titik Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai calon ibu kota negara.
Pemutakhiran ruas struktur segmen jalan tol di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Utara, dan Bali dan pemutakhiran status bandara.
Selanjutnya terdapat penambahan 10 gunung bawah laut di Samudra Hindia, Laut Sulawesi, Samudra Pasifik Selatan, dan Laut Flores.


![Kecelakaan-news-today[1]](https://justrollingwithit.com/wp-content/uploads/2025/12/Kecelakaan-news-today1-148x111.webp)
