Depok Buktikan Kedamaian: CFD Margonda Kembali Ramai di Tengah Suasana Nasional yang Telah Kondusif
Diskusi Bogor– Di tengah hiruk-pikuk bangsa yang baru saja melewati pekan penuh ketegangan, Kota Depok justru menampilkan wajah yang berbeda. Seperti seutas oasis ketenangan, Jalan Margonda Raya, jantung kota Depok, pada Minggu (7/9/2025) pagi, kembali berdenyut dengan kehidupan. Car Free Day (CFD) digelar bukan hanya sebagai agenda rutin, tetapi menjadi simbol nyata bahwa normalitas dan kedamaian telah sepenuhnya pulih. Kerumunan warga dari berbagai kalangan—orang tua, muda-mudi, anak-anak, hingga balita—dengan leluasa menikmati ruang publik, berolahraga, dan bercengkerama, membuktikan bahwa keadaan telah benar-benar aman dan kondusif.
Pemandangan ini merupakan kontras yang menyegarkan dari berita-berita yang memenuhi media pekan lalu. Sementara beberapa wilayah lain di Indonesia masih berjuang mengatasi dampak demonstrasi yang ricuh, Depok justru menunjukkan ketahanan dan ketenangannya. Bahkan, pada Minggu sebelumnya (31/8/2025), ketika Jakarta memutuskan untuk meniadakan CFD sebagai langkah antisipasi, Margonda Raya tetap ramai dipadati warganya. Ini adalah pernyataan tegas: kehidupan sosial di Depok tidak terganggu.
Simfoni Kebersamaan di Jantung Kota
Sejak pagi buta, Jalan Margonda Raya telah disulap menjadi ruang hidup tanpa asap kendaraan. Alih-alih deru mesin, yang terdengar adalah tawa riang anak-anak, celotehan hangat keluarga, dan langkah-langkah ritmis para pejalan kaki dan pesepeda. Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan yang luar biasa, bahkan cenderung berdesak-desakan, menyamai vibes akhir pekan sebelum terjadi gejolak nasional. Para pedagang kaki lima juga kembali menjajakan aneka jajanan dan minuman, menandakan bahwa aktivitas ekonomi rakyat juga berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga: Organisasi Lintas Iman Tebar Cahaya Kedamaian di Tugu Kujang Bogor, Ajak Warga Perkuat Persaudaraan
Arif, salah seorang warga yang ditemui di lokasi, dengan bangga bercerita tentang konsistensi kotanya. “Minggu kemarin (31/8/2025), kita sudah CFD saat Jakarta ditiadakan loh, keren pokoknya,” ujarnya. Bagi Arif, CFD Margonda bukan sekadar tempat olahraga. “Kalau saya sih berpikir, CFD bukan cuma olahraga, ini tempat bercengkrama dengan keluarga,” ungkapnya, menyentuh esensi dari ruang publik yang sehat—sebagai perekat hubungan sosial dan keluarga.
Pondasi Keamanan: Kolaborasi Pemimpin dan Masyarakat
Kondusivitas yang dirasakan warga Depok bukanlah suatu kebetulan. Ia adalah hasil dari upaya kolaboratif yang dibangun secara sistematis. Wali Kota Depok, Supian Suri, telah memastikan sejak awal bahwa keamanan adalah prioritas utama. Dalam pernyataannya pada deklarasi damai Forum Buruh Depok, Jumat (5/9/2025), Supian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat.
“Saya juga berterima kasih kepada Forkopimda, Pak Kapolres dan seluruh jajarannya yang memberikan dukungan penuh untuk menjaga kondusivitas Depok,” kata Supian. Pernyataan ini menegaskan bahwa stabilitas yang terjaga adalah buah dari sinergi yang solid antara Pemerintah Kota (Pemkot), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepolisian Resor (Polres) Depok, dan yang paling penting, seluruh elemen masyarakat.
Komitmen ini pula yang membuat Pemkot Depok mengambil keputusan berani untuk tidak menghentikan kegiatan CFD bahkan di tengah situasi yang tidak menentu pekan lalu. Keputusan ini bukanlah tindakan ceroboh, melainkan sebuah keyakinan yang dilandasi oleh pembacaan situasi yang akurat dan kepercayaan pada mekanisme keamanan yang telah dipasang.
CFD Lebih Dari Sekadar Event: Pemulihan Psikologis dan Ekonomi
Keberlangsungan CFD di Depok memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar acara rutin. Di tingkat nasional, ia berfungsi sebagai benchmark atau tolok ukur bahwa suasana telah pulih. Gambaran keramaian yang tertib dan ceria di media sosial dan berita menjadi pesan positif yang menular, mendorong wilayah-wilayah lain untuk kembali beraktivitas dengan normal.
Secara psikologis, kehadiran CFD memberikan therapy sosial bagi warga. Setelah sepekan dihadapkan pada informasi yang menegangkan, masyarakat butuh ruang untuk melepas stres, bertemu dengan komunitas, dan merasakan kembali bahwa ruang kota adalah milik mereka yang aman untuk dinikmati. Ini membangun resilience atau ketahanan mental komunitas.
Di sektor ekonomi, geliat CFD juga menjadi napas bagi pedagang kecil. Penjual minuman, makanan ringan, hingga aksesori olahraga kembali mendapatkan penghasilan, yang sempat terancam jika kegiatan dibatalkan. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan dan ekonomi adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.
Refleksi untuk Ke Depan: Menjaga Momentum Kedamaian
Kesuksesan Depok dalam menjaga stabilitas dan melanjutkan aktivitas normal seperti CFD patut menjadi pelajaran bersama. Kunci utamanya terletak pada:
-
Komunikasi Proaktif: Pemerintah dan aparat secara konsisten menyampaikan informasi yang menenangkan dan memastikan keamanan.
-
Kolaborasi Segitiga: Kerja sama yang erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat membentuk sebuah perisai yang tangguh.
-
Kepercayaan: Kebijakan untuk tetap mengizinkan CFD mencerminkan kepercayaan pemerintah pada warganya untuk bertindak tertib, dan sebaliknya, warga percaya pada kemampuan aparat untuk mengamankan situasi.
Suasana CFD Margonda yang ramai dan penuh tawa pada Minggu pagi itu adalah sebuah deklarasi bisu. Ia menyatakan bahwa kehidupan harus terus berjalan, bahwa semangat kebersamaan tidak boleh dikalahkan oleh kekacauan, dan bahwa Depok, dengan segala upaya kolektifnya, telah berhasil menjadi enclave kedamaian di tengah bangsa yang sedang memulihkan diri. Keadaan sudah aman dan kondusif, dan warga Depok adalah bukti hidupnya.





