Minim Ruang Aman, DP3A Kota Bogor Ajak Anak & Remaja Datang Curhat Langsung
KOTA BOGOR — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor menyatakan bahwa saat ini masih minim ruang aman bagi anak dan remaja untuk menyampaikan persoalan hidup dan berbicara secara terbuka tentang apa yang mereka rasakan. Kekurangan fasilitas tersebut dinilai punya dampak serius terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis generasi muda di kota ini.
Kekurangan Ruang Aman dan Dampaknya
Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati, menyampaikan bahwa fasilitas atau wadah curhat yang aman dan nyaman bagi anak hingga remaja masih sangat kurang. Hal ini menjadi perhatian serius karena tanpa ruang semacam itu, banyak anak yang terpaksa menyimpan perasaan atau masalahnya seorang diri, yang bisa memperburuk kondisi psikologis jika tidak ditangani dengan baik.
DP3A menilai bahwa minimnya ruang aman bukan sekadar soal tempat fisik, tetapi juga soal akses untuk bercerita tanpa takut dihakimi, baik di sekolah maupun di keluarga. Tanpa dukungan tersebut, pemantauan terhadap kasus-kasus seperti gangguan kesehatan mental — yang menurut data Dinas Kesehatan juga nyata di kalangan anak dan remaja — menjadi lebih sulit.
Program dan Upaya Penanganan
Sejak tahun lalu, DP3A telah mengintensifkan upaya melalui pelatihan dan sosialisasi kesehatan mental secara bertahap. Ini termasuk kegiatan roadshow ke sekolah-sekolah dengan tujuan memberikan edukasi, bukan hanya kepada siswa, tetapi juga guru, konselor (guru BK), kepala sekolah, dan orang tua. Pendidikan ini penting supaya semua pihak lebih peka terhadap tanda-tanda anak yang membutuhkan dukungan psikologis.
DP3A juga memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang fokus pada penanganan kekerasan dan pendampingan korban. Namun, penanganan masalah psikologis atau trauma tidak bisa dilakukan secara instan — butuh waktu panjang hingga kondisi emosional anak kembali stabil sebelum mereka bisa kembali beraktivitas normal tanpa label negatif.
Kolaborasi dengan Masyarakat
Untuk mempercepat deteksi dini kasus anak di tingkat wilayah, DP3A menggandeng elemen masyarakat seperti Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang tersebar di berbagai kelurahan. Kolaborasi ini bertujuan membantu memantau, mengidentifikasi, serta memberikan dukungan awal kepada anak dan remaja yang bermasalah — terutama sebelum masalah psikologis berkembang lebih serius.





