
Diskusi Bogor – Peristiwa tragis terjadi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/10/2025), ketika seorang pekerja bangunan berinisial U (25) meninggal dunia diduga akibat tertimpa tembok penahan tanah (TPT) saat melakukan pekerjaan konstruksi di lokasi tersebut.
Kapolsek Sukamakmur, Ipda Dedi Priono, melalui Humas Polres Bogor menjelaskan, “Telah terjadi kecelakaan kerja di Desa Cibadak. Akibat kejadian tersebut, satu orang pekerja meninggal dunia.” Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di lokasi proyek pembangunan yang sedang berlangsung, yang melibatkan beberapa pekerja lokal.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi di lokasi, tembok penahan tanah yang sedang dibangun tiba-tiba ambruk dan menimpa U (25) yang sedang melakukan penguatan fondasi. Pekerja lain yang berada di dekat lokasi berusaha menolong, namun korban sudah terjebak di bawah reruntuhan material bangunan.
Selain korban tewas, satu pekerja lainnya berinisial U (45) mengalami luka-luka akibat terkena reruntuhan dan kini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Kapolsek menambahkan bahwa kondisi korban luka stabil dan telah mendapatkan penanganan profesional.
Respon Petugas dan Evakuasi
Tim kepolisian bersama aparat desa dan tenaga medis segera mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung dengan protokol keselamatan, mengingat kondisi tanah yang labil dan reruntuhan material yang cukup berbahaya. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polres Bogor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor juga diminta untuk melakukan investigasi terkait kecelakaan kerja ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah prosedur keselamatan kerja telah diterapkan dengan benar dan untuk menentukan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar Desa Cibadak, yang menyaksikan evakuasi berlangsung. Beberapa warga menyatakan keprihatinannya dan meminta agar pihak pengelola proyek lebih memperhatikan keselamatan pekerja. “Kami sangat sedih atas kejadian ini. Semoga ada tindakan tegas dan langkah preventif agar pekerja lain aman,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kecelakaan ini juga menjadi pengingat bagi pengelola proyek dan pekerja konstruksi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), pemasangan penyangga tambahan, dan pengawasan rutin oleh ahli teknik sipil.
Langkah Ke Depan
Kapolsek Sukamakmur menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab ambruknya tembok penahan tanah. Sementara itu, pihak pengelola proyek diimbau untuk meninjau seluruh aspek keamanan dan keselamatan di lokasi kerja. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap aktivitas konstruksi di sekitar pemukiman, terutama proyek yang melibatkan material berat dan struktur bangunan yang belum stabil.
Kecelakaan kerja seperti ini, meskipun tidak sering terjadi, memiliki dampak besar terhadap keluarga korban, lingkungan sekitar, dan kesadaran akan keselamatan kerja di sektor konstruksi. Semoga kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor.

![Kecelakaan-news-today[1]](https://justrollingwithit.com/wp-content/uploads/2025/12/Kecelakaan-news-today1-148x111.webp)

