Bogor – Sebelum Dijual Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) menegaskan setiap inovasi di bidang bahan bakar harus mematuhi prosedur teknis dan regulasi sebelum digunakan secara luas oleh masyarakat. Plt Kepala Lemigas, Noor Arifin Muhammad, menjelaskan berbagai tahapan prosedural tersebut.
Pertama, secara teknis suatu produk wajib melalui pengujian laboratorium. Berikutnya uji engine test bench dan uji jalan. Selanjutnya dilakukan perumusan rekomendasi teknis dan penyusunan spesifikasi bahan bakar. Dijual
“Terkait pemenuhan regulasi dan pengusahaan, badan usaha tersebut wajib memiliki izin usaha,” kata Noor Arifin kepada Republika.co.id, dikutip Kamis (20/11/2025).
Pernyataan Plt Kepala Lemigas ini berkaitan dengan munculnya Bobibos (bahan bakar original buatan Indonesia, bos). Pengembang produk tersebut mengeklaim Bobibos setara RON 98 untuk bensin. Ada juga versi solarnya. Bobibos disebut berbahan bakar dari jerami.
Noor Arifin menegaskan pada prinsipnya Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi setiap upaya dan inovasi berbagai pihak dalam menghadirkan alternatif bahan bakar yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta bernilai tambah bagi masyarakat. Inovasi seperti Bobibos, menurutnya, menunjukkan bahwa ekosistem energi Indonesia semakin dinamis dan terbuka terhadap pengembangan teknologi baru.
“Kami sangat mendukung semangat dan karya anak bangsa dalam menciptakan produk Bobibos untuk mendukung bangsa Indonesia mencapai kemandirian energi dan mengurangi dampak lingkungan,” ujarnya.
Tim pendukung Bobibos menuangkan bahan bakar Bobibos Energi Merah Putih ke tangki kendaraan seusai konferensi pers terkait Bobibos Energi Merah Putih di Bumi Sultan Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/11/2025). – (Republika/Prayogi)
Namun, seperti ia sampaikan sebelumnya, sebuah inovasi wajib melewati berbagai tahapan teknis dan hukum sebelum beredar di pasar. Seluruh rangkaian prosedur ini, kata Noor, bukan dimaksudkan menghambat inovasi, melainkan menjamin bahwa bahan bakar tersebut aman. Dijual
Founder Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos) M Iklas Thamrin menegaskan keyakinannya bahwa produk bahan bakar hasil inovasinya akan digunakan secara luas di Indonesia. Ia menyebut Bobibos lahir dari proses biokimia melalui lima tahap ekstraksi tanaman yang dirancang dengan mesin sendiri sehingga menghasilkan bahan bakar nabati berkinerja tinggi.
Baca Juga : Walk Out Massal Refly Harun Cs di Forum Komisi Reformasi Polri, Gara-gara Roy Suryo Dilarang Bicara

Menurut Iklas, Bobibos dikembangkan dengan visi menghadirkan energi rendah emisi, berkualitas, dan terjangkau agar dapat menjadi identitas energi baru terbarukan Indonesia. Ia menjelaskan konsep energi hijau tersebut diharapkan mampu mendukung target dekarbonisasi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Kami percaya pada kualitas, harga ekonomis, rendah emisi, aman bagi kendaraan, dan Bobibos memiliki semua itu. Karena itu kami yakin Bobibos bisa bersaing di pasar,” ujar Iklas kepada Republika, pekan ini, dikutip Ahad (9/11/2025).
Ia menerangkan pengembangan bahan bakar Bobibos dilakukan melalui serangkaian penelitian panjang. Ada tiga tahap utama yang menjadi dasar riset mereka. Tahap pertama adalah penelitian teknologi yang mencakup pemilihan tanaman bahan baku, proses produksi, hingga uji fungsi pada beragam kendaraan roda dua, mobil, dan genset.
Tahap kedua adalah penelitian aspek komersialisasi untuk memastikan harga pokok produksi tetap rendah tanpa mengurangi kualitas. “Visi kami adalah ekonomis. Buat apa kualitas bagus tapi HPP mahal, pasti tidak akan diterima pasar,” kata Iklas.
Tahap ketiga mencakup penelitian keterterimaan secara politik, di mana tim Bobibos membuka komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan regulator agar produk ini dapat memperoleh legalitas sebagai energi alternatif nasional. Menurut Iklas, upaya tersebut terus dilakukan agar Bobibos segera menjadi solusi bahan bakar yang sah secara hukum dan diakui secara nasional.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah untuk mendapatkan arahan. Intinya kami ingin segera legal agar bisa menjadi energi merah putih yang berkualitas dan ekonomis,” ujarnya menegaskan.
Dalam skema bisnisnya, Bobibos menargetkan pembangunan pabrik percontohan dengan kapasitas produksi awal 1,5 juta liter per bulan di wilayah Jawa. Produksi tersebut diharapkan meluas ke seluruh provinsi agar harga jual bisa satu harga dari Sabang sampai Merauke. Iklas menyebut pihaknya juga tengah menyiapkan konsep distribusi melalui SPBU dan BosMini, yakni pom bensin ukuran mini yang dapat menjangkau pelosok daerah.
Ia menjelaskan bahan bakar nabati ini telah melalui berbagai pengujian teknis di lapangan. Uji coba dilakukan pada berbagai tipe kendaraan, termasuk di jalan datar, menanjak, dan dalam kondisi ekstrem bersama lembaga uji seperti Lemigas. Dari seluruh hasil pengujian, Bobibos dinyatakan aman untuk kendaraan baru maupun lama.
Bobibos, lanjut Iklas, didesain untuk menjadi “energi rakyat” dengan harga terjangkau, emisi rendah, serta kualitas yang setara dengan bahan bakar fosil. Harapannya, kehadiran produk ini bukan hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memperbaiki kualitas udara di Indonesia.

![Kecelakaan-news-today[1]](https://justrollingwithit.com/wp-content/uploads/2025/12/Kecelakaan-news-today1-148x111.webp)

