, ,

Siswa Tetap Belajar, tapi dari Rumah: Kebijakan Baru Disdik Bogor

Antisipasi Kondisi Politik dan Keamanan, Siswa PAUD hingga SMP di Bogor Belajar dari Rumah

Diskusi Bogor- Suasana pembelajaran di Kota Bogor sedikit berbeda pada awal pekan September 2025. Seluruh siswa mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP tidak masuk sekolah seperti biasanya, melainkan mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari, tepatnya pada Senin–Selasa (1–2 September 2025).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Kota Bogor Nomor 100.3.4/4822-Sekret Tahun 2025 yang berisi delapan poin imbauan terkait proses pembelajaran.

Latar Belakang Kebijakan

Kepala Disdik Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan situasi politik dan keamanan yang sedang berkembang di Tanah Air, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Mulai Senin hingga Selasa, seluruh sekolah negeri maupun swasta kami imbau untuk melaksanakan pembelajaran daring. Keputusan ini diambil demi menjaga keamanan dan mengurangi kekhawatiran orang tua murid,” ujar Herry, Senin (1/9/2025).

Ia menambahkan, eskalasi kondisi politik dan rencana aksi demonstrasi di wilayah Kota Bogor menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah daerah untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

Siswa Tetap Belajar, tapi dari Rumah: Kebijakan Baru Disdik Bogor
Siswa Tetap Belajar, tapi dari Rumah: Kebijakan Baru Disdik Bogor

Baca Juga : Bogor Memanas! BEM IPB Gelar Konsolidasi, Ini Lokasi dan Waktu Aksi

Peran Orang Tua dan Sekolah

Dalam surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan juga meminta peran aktif orang tua untuk mendampingi dan memantau kegiatan belajar anak-anak di rumah. Tujuannya agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif meski dilakukan secara daring.

Selain itu, kepala sekolah diminta menugaskan Satgas Pelajar di setiap sekolah untuk ikut serta memantau situasi di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga keamanan dan memastikan para peserta didik tetap berada di rumah selama dua hari tersebut.

“Anak-anak diminta tetap di rumah, jangan ikut beraktivitas di luar, apalagi mendekati lokasi demonstrasi. Satgas Pelajar kami libatkan agar lebih sigap dalam menjaga keamanan para siswa,” tambah Herry.

Bisa Diperpanjang Jika Situasi Memburuk

Herry juga tidak menutup kemungkinan bahwa kebijakan PJJ ini akan diperpanjang apabila situasi keamanan di Bogor maupun kota-kota sekitarnya semakin memanas.

“Kami terus memantau perkembangan. Kalau kondisi menuntut, tentu pembelajaran daring bisa diperpanjang,” tegasnya.

Respon Masyarakat

Kebijakan ini menuai beragam respon dari orang tua dan siswa. Sebagian menyambut baik karena merasa lebih tenang jika anak-anak belajar dari rumah. Namun, ada juga yang khawatir pembelajaran daring dalam jangka panjang dapat mengurangi efektivitas belajar siswa, terutama bagi anak usia dini.

Meski demikian, mayoritas pihak sepakat bahwa keselamatan dan keamanan peserta didik harus menjadi prioritas utama.

Langkah Antisipatif Pemkot Bogor

Program PJJ selama dua hari ini menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemerintah Kota Bogor dalam menghadapi dinamika politik dan keamanan. Diharapkan, dengan belajar dari rumah, para siswa dapat terhindar dari potensi risiko yang mungkin muncul di ruang publik.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.